Options:
Showing posts with label Puisi. Show all posts
Showing posts with label Puisi. Show all posts

Puisi Tentang Kesaktian Pancasila Versi empat Bait

Kesaktian Pancasila

Pancasila, dasar negara tercinta,
Lahir dari perjuangan jiwa merdeka,
Engkau kokoh tak tergoyahkan,
Penjaga bangsa sepanjang zaman.

Di medan juang darah tertumpah,
Pahlawan gugur tanpa menyerah,
Engkau saksi abadi sejarah,
Mengikat bangsa dalam satu arah.

Engkau pelita di tengah gelap,
Pemersatu di kala terpecah,
Benteng teguh penjaga nusantara,
Kesaktianmu hidup selamanya.

Kami generasi penerus bangsa,
Berjanji setia kepada Pancasila,
Menjaga persatuan, menegakkan cita,
Demi Indonesia jaya selamanya.

Puisi tentang kesaktian pancasila

 

Kesaktian Pancasila

Di bawah merah putih yang berkibar gagah,
Tertulis janji para pahlawan dengan darah,
Lima butir mutiara terpatri di dada bangsa,
Pancasila, cahaya abadi penuntun jiwa.

Engkau tak goyah diterpa badai sejarah,
Meski pengkhianatan datang menyusup resah,
Di setiap luka, engkau jadi penawar,
Di setiap pertempuran, engkau jadi dasar.

Kesaktianmu bukan sekadar kata,
Ia hidup dalam nadi anak bangsa,
Mengikat persatuan dalam keberagaman,
Menjadi benteng dari rongrongan kegelapan.

Wahai Pancasila, sakti dan mulia,
Engkau mercusuar di samudra nusantara,
Kami berdiri tegak, berjiwa merdeka,
Menjaga negerimu selamanya.

Puisi "Langkah Ayah"

"Langkah Ayah"


 Di balik diam dan langkahmu yang tenang,

tersembunyi letih yang tak pernah kau terang,
kau genggam beban tanpa mengeluh,
menjadi benteng di kala kami rapuh.

Ayah,
tatapmu mungkin tak selalu bicara,
tapi setiap kerja kerasmu adalah cinta yang nyata,
kau ukir masa depan dengan keringat dan doa,
walau lelahmu jarang disapa.

Kau ajarkan arti tangguh dalam diam,
menjadi panutan tanpa tuntutan,
menyisipkan harap dalam tiap tindakan,
agar kami tumbuh penuh keyakinan.

Terima kasih, Ayah, atas segalanya,
atas kasih yang tak selalu dengan kata,
kau adalah pelindung yang setia,
pahlawan dalam senyap—penuh makna.

Karya : No Name

Puisi Pelita dalam Hening

"Pelita dalam Hening" 


Ibu,
engkaulah pelita dalam gelapku,
menyinari langkah kala aku ragu,
dengan doa yang tak pernah layu,
kau tuntun jiwaku menuju restu.

Tanganmu lembut, penuh cerita,
tentang luka yang kau sembunyikan dari mata,
agar aku tumbuh tanpa nestapa,
meski hatimu sering tak bersuara.

Dalam dekapmu, dunia menjadi teduh,
hangatmu mengusir segala keluh,
engkau ajarkan arti bersungguh,
meski dirimu sering letih dan luluh.

Wahai Ibu,
takkan cukup kata menebus jasamu,
hanya doa yang bisa kutitip padamu,
semoga surga selalu dekat denganmu.


Karya : No Name

Ramadhan, Bulan Penuh Berkah

Ramadhan datang, penuh sinar cahaya,

Menyinari hati, menghapus duka,

Dalam heningnya malam yang penuh doa,

Kita bersujud, mencari ridha-Nya.


Lapar dan dahaga menjadi penawar,

Mengasah sabar, menjemput maaf-Nya,

Setiap langkah penuh makna dan harap,

Mendekatkan diri, dalam ibadah yang tulus.


Tangan-tangan yang memberi, hati yang berbagi,

Ramadhan mengajarkan arti sesungguhnya,

Bersyukur atas nikmat yang tak terhingga,

Dan merasakan derita saudara seiman.


Setiap malam, Al-Qur’an dibaca,

Tenteramkan jiwa, hadirkan cahaya,

Semoga Ramadhan ini penuh makna,

Membawa kita pada kemenangan-Nya.


Selamat menjalankan ibadah puasa,

Semoga Ramadhan membawa berkah,

Hati yang bersih, jiwa yang lapang,

Kita raih kemenangan yang abadi. 

Puisi Hari Santri

 Karya : AG1

Di lembah sunyi, suara azan berkumandang,

Santri berkumpul, penuh harapan,
Dengan kitab di tangan, ilmu di hati,
Menebar cahaya, untuk umat berjati.

Langit biru menyaksikan langkah tegar,
Di antara doa, cita-cita membakar,
Membangun bangsa, mengusung bendera,
Santri sejahtera, Indonesia jaya.

Bersama ulama, menuntut hikmah,
Di pondok kecil, terjalin ukhuwah,
Menanam kebaikan, memupuk akhlak,
Dengan semangat, takkan pernah pudar.

Hari santri, kita rayakan,
Dengan penuh cinta, dan perjuangan,
Menyongsong masa depan, penuh berkah,
Santri berjuang, demi dunia dan akhirat.

Indahnya Pegunungan

Di puncak tinggi, di sana mereka berdiri,Pegunungan megah, menghijau, dan berkilau. Gemericik sungai menari di lerengnya, Menyiratkan pesona yang tiada tara.

Langit biru membentang di atasnya, Menyapa dengan sinar mentari yang lembut. Awan-awan putih berarak perlahan, Menambah kecantikan pemandangan yang tercipta.

Di celah-celah pepohonan hijau, Terhampar panorama yang tak terlukiskan. Hijau daun bergoyang disentuh angin, Menyapa tiupan yang lembut dari alam.

Di sini, sungai-sungai mengalir jernih, Melahirkan kehidupan di sepanjang aliran. Satwa liar berkeliaran di rerimbunan, Menyambut mereka yang datang dengan damai.

Bukit-bukit kecil menghadap ke horizon, Menyambut matahari terbenam dengan syahdu. Warna-warni senja memeluk segala, Menyulap pegunungan menjadi lukisan yang abadi.

Di malam hari, bintang-bintang bersinar terang, Menyulap kegelapan menjadi kemilau indah. Gemintang di langit mengisyaratkan keajaiban, Menjadi saksi bisu ketenangan yang tiada duanya.

Oh, indahnya pegunungan yang menjulang tinggi, Menyimpan misteri dan keagungan alam. Di sanalah hati dan jiwa berlabuh, Menyatu dengan keheningan yang mendalam.

Pegunungan, tempat keindahan abadi, Menyampaikan pesan ketenangan dan keagungan. Di sana, alam dan manusia bersatu, Menghormati kebesaran yang tak terhingga.

Kami berdiri di sini, terpesona dan terkesima, Mengagumi keindahan pegunungan yang abadi. Dalam diam, kami merasakan kehadiranmu, Pegunungan, tempat kami menemukan ketenangan sejati.